JAGA EKOLOGI, LKHBB GAGAS TANAM AREN DI JAMBEWANGI
Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan gagas tanam aren untuk menjaga debit air supaya tetap stabil
BANYUWANGI, 17/07/2026 – Saat hutan makin banyak berubah jadi kebun sawit, muncul satu pohon asli Nusantara yang diam-diam jadi harapan baru. Namanya aren.
Pohon ini disebut-sebut bisa menjawab dua masalah sekaligus: ekonomi masyarakat dan kerusakan lingkungan.
Hal itu diungkapkan Mustolih, penasehat Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan, saat bertemu penggiat lingkungan di Desa Jambewangi, Sempu, Banyuwangi, Jumat 17 Juli 2026.
1 Pohon, Hasilnya Bisa 7 Macam
Mustolih menyebut aren sebagai _zero waste tree_. Artinya hampir semua bagiannya kepakai.
Berapa hasilnya?
Satu pohon aren dewasa bisa menyadap 10–20 liter nira per hari. Dari nira ini bisa jadi:
- Gula merah & gula semut organik ekspor
- Bahan baku bioetanol
- Minuman fermentasi tradisional
Belum berhenti di situ.
- Buah → jadi kolang-kaling kaya serat
- Ijuk → untuk atap, penyaring air, bahan konstruksi
- Batang → diolah jadi tepung pati
- Kayu → bahan furnitur dan kerajinan
- Akar → bahan obat tradisional
- LIRA untuk gula aren
"Petani jadi punya banyak sumber pemasukan. Nggak tergantung satu komoditas aja," kata Mustolih.
Lawan Sawit? Ini Bedanya
Sawit memang raja devisa. Tapi kita juga tahu dampaknya :
hutan gundul, satwa kehilangan rumah, tanah jadi gersang.
Sistem monokultur sawit membuat hanya sedikit tumbuhan yang bisa hidup. Habitat mamalia, burung, sampai serangga penyerbuk ikut hilang.
Nah, aren kebalikannya.
Aren cocok ditanam dengan sistem agroforestri. Bisa ditanam bareng kopi, kakao, durian, bambu, bahkan di dalam hutan. Nggak perlu babat hutan dulu.
Hasilnya: masyarakat tetap dapat uang, hutan tetap jalan fungsinya.
Jagoan Penjaga Air dan Rumahnya Burung
Rahasia aren ada di akarnya. Akar serabutnya kuat dan rapat. Fungsinya:
1. Mengikat tanah biar nggak longsor
2. Menyerap air hujan lebih baik
3. Menjaga mata air tetap ada walau musim kemarau
Buahnya juga jadi makanan favorit musang, kelelawar, dan burung. Mereka sekalian bantu sebar biji aren ke seluruh hutan.
Di lahan agroforestri, burung pemakan serangga dan pemakan buah punya makanan sepanjang tahun. Jauh lebih hidup dibanding kebun monokultur yang sepi.
Didukung FAO, CIFOR, dan BRIN
Lembaga dunia seperti FAO dan CIFOR, serta BRIN di Indonesia, sudah lama mendorong agroforestri sebagai kunci melawan perubahan iklim dan menjaga cadangan karbon.
Dan di Banyuwangi, gerakannya sudah mulai. Lembaga Konservasi Hutan Bumi Blambangan sekarang fokus menanam aren di hutan desa Jambewangi.
"Pembangunan berkelanjutan itu nggak harus menebang hutan dulu. Lewat aren, kita bisa sejahtera tanpa merusak alam," tutup Mustolih penasehat LKHBB. INFOMASUK